Manusia
telah lama memijakkan kaki pada dunia. Dari mulai ribuan tahun sebelum masehi, hingga ke periode klasik dan era
pencerahan, hingga termin postmodern
sekarang ini.Peristiwa-peristiwa
terjadi beriringan dengan perpindahan waktu tersebut.
Peristiwa yang dikatakan sebagai fenomena hingga tercatat
dalam sejarah. Berkaitan dengan itu, keberadaan manusia di dunia juga telah menjadi fenomena.
Fenomena ini kebanyakan menjadi subjek pertanyaan dalam filsafat klasik dan
selain itu, penjelasan tentang keberadaan manusia juga diceritakan dalam ajaran
agama. Terlepas dari kebenaran penjelasan-penjelasan tersebut, filsafat ataupun
ajaran agama tidaklah berfungsi sebagai dasar pemikiran, melainkan tempat
dimana manusia menaruh keyakinan tentang keberadaan di dunia.
Filsafat
dapat timbul ketika pertanyaan-pertanyaan yang mengacu kepada pencarian
kebenaran muncul dalam benak para pemikir. Para pemikir tersebut disebut
sebagai filsuf, yang berarti, seseorang yang orang yang mencari kebenaran. Dalam
pendidikan Islam, filosofi terdiri dari kata philo (mencintai) sophia
(hikmah, ilmu atau, kebijaksanaan). Jika disimpulkan maka filosofi itu bisa
berarti mencintai ilmu atau kebijaksanaan. Dua makna tersebut berbeda dalam
bunyi pengucapannya namun, dalam segi esensi keduanya memiliki inti yang sama
yaitu mencari ilmu yang tidak pernah lepas dari pertanyaan dan pencarian
kebenaran.